Biografi Sir Edmund Hillary, Pendaki Pertama yang Mencapai Puncak Everest


Sir Edmund Hillary lahir pada tanggal 20 Juli 1919. Pemilik nama lengkap Sir Edmund Percival Hillary ini dibesarkan di Auckland, Selandia Baru. Meskipun ia harus mencari nafkah menjadi peternak lebah, ia tetap mendaki gunung. Hobi yang ditekuninya dari kecil ini membawa Hillary menjadi tak terlupakan karena ia adalah orang pertama yang berhasil mencapai puncak Everest bersama pemandunya yang orang Sherpa, Tenzing Norgay. Hillary mulai mendaki gunung di sekitar Selandia Baru, kemudian di Pegunungan Alpen, dan hingga akhirnya ia siap untuk menaklukan gunung tertinggi di Dunia, Mount Everest.

Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay
Mount Everest terletak di antara Tibet dan Nepal. Antara 1920 dan 1952, tujuh ekspedisi besar telah gagal untuk mencapai puncak gunung tersebut. Pada tahun 1924, pendaki gunung terkenal George Leigh-Mallory tewas dalam usahanya mendaki gunung ini. Juga pada tahun 1952, tim pendaki Swiss dipaksa untuk kembali setelah mencapai puncak selatan karena cuaca buruk. Padahal hanya 1000 meter dari puncak.

Edmund Hillary bergabung dalam tim pengamatan medan Everest pada tahun 1951 dan tahun 1952. Hal ini membuat Hillary menjadi perhatian Sir John Hunt, pemimpin sebuah ekspedisi yang disponsori oleh Joint Himalayan Committee of the Alpine Club of Great Britain dan Royal Geographic Society untuk manaklukan Everest tahun 1953.

Ekspedisi ini mencapai Puncak Selatan pada Mei, tetapi semua tim ekspedisi dipaksa kembali karena cuaca buruk, kecuali dua orang yaitu Hillary dan Tenzing. Akhirnya, Hillary dan Tenzing Norgay, seorang pendaki Nepal asli yang telah berpartisipasi dalam lima perjalanan Everest sebelumnya, mampu melanjutkan perjalanan dan mencapai puncak everest pada tanggal 29 Mei 1953 pukul 11.30. Edmund Hillary dan Tenzing Norgay berhasil mencapai puncak, 29.028 kaki di atas permukaan laut, atau 8.848 mdpl. Sebuah titik tertinggi di bumi yang pernah didaki manusia. Sungguh pencapaian yang luar biasa, namun yang tak kalah hebatnya adalah perjalanan turun dari puncak tersebut.

Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay saat menerima
gelar bangsawan dari Ratu Elizabeth II (achievement.org)
Secara kebetulan, penaklukan Everest diumumkan kepada publik Inggris bersamaan dengan malam penobatan Ratu Elizabeth II. Kombinasi kemenangan ekspedisi dan penobatan Ratu muda ini memulihkan kepercayaan Inggris setelah lelah selama bertahun-tahun dalam kesulitan dan kekurangan pasca perang. Edmund Hillary kembali ke Inggris dengan pendaki lain dan dianugerahi gelar bangsawan oleh Ratu.

Setelah itu Sir Edmund Hillary beralih ke mengeksplorasi Antartika dan memimpin Selandia Baru Trans-Antartika Expedition pada tahun 1955-1958. Pada tahun 1958 ia berpartisipasi dalam ekspedisi pertama ke Kutub Selatan. Pada tahun 1960, ia kembali ke Nepal untuk membantu dalam hal pengembangan masyarakat, membangun klinik, rumah sakit dan 17 sekolah.

Untuk memfasilitasi proyek-proyek ini, dua lapangan terbang dibangun. Pada akhirnya landasan terbang ini membawa lebih banyak wisatawan dan calon pendaki gunung, tak terduga sebelumnya memang, tetapi dari sinilah kesejahteraan penduduk Nepal mulai muncul. Namun sayangnya penduduk Nepal banyak mengambil kayu hutan untuk menyediakan bahan bakar bagi para pendaki. Edmund Hillary menjadi prihatin tentang degradasi lingkungan Himalaya dan membujuk pemerintah Nepal untuk mengesahkan hukum yang melindungi hutan dan menyatakan daerah sekitar Everest dijadikan Taman Nasional.

Segera setelah ekspedisi Everest yang sukses itu, Hillary dan Sir John Hunt menerbitkan buku mereka yang berjudul “The Ascent of Everest”. Buku ini diterbitkan di AS sebagai “The Conquest of Everest”.

Kehidupan Sir Edmund Hillary mulai kurang bergairah setelah hilangnya istri dan putrinya dalam kecelakaan pesawat tahun 1975. Kemudian ia terus menyibukkan diri dengan perbaikan lingkungan dan kemanusiaan di Nepal selama sisa hidupnya. Dia meninggal di rumahnya sendiri di Selandia Baru pada tanggal 11 Januari 2008, umur 88 tahun.

1 komentar:

Anda bebas untuk berkomentar. Komentar anda sangat berharga bagi kami. Jangan lupa follow kami @ePendaki
juga facebook kami Pendaki Indonesia

Terimakasih